Jakarta Terancam Krisis Lahan Makam 1,5 Tahun Lagi | Liputan 24 Jakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jakarta Terancam Krisis Lahan Makam 1,5 Tahun Lagi

Posted by On 10:40 PM

Jakarta Terancam Krisis Lahan Makam 1,5 Tahun Lagi

Kondisi lahan pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, tampak beraturan, Kamis (29/3/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kondisi lahan pemakaman di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, tampak beraturan, Kamis (29/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, memprediksi, Jakarta terancam krisis lahan makam 1,5 tahun lagi atau pada 2019.
Hal tersebut bukan tanpa alasan. Nirwono mengungkapkan, lebih kurang 100 jenazah dimakamkan di Jakarta setiap harinya.

Satu petak makam membutuhkan lahan seluas 5,5 meter persegi. Rinciannya, 1,5 meter x 2,5 meter (3,75 meter persegi) u ntuk petak makam, sisanya untuk keperluan sarana prasarana seperti jalan di kiri dan kanannya.

Dengan pelayanan makam untuk 100 jenazah per hari dan luas tiap petak makam 5,5 meter persegi, maka luas lahan makam yang dibutuhkan dalam satu tahun atau 365 hari yakni 200.750 meter persegi atau 20,075 hektar.

Baca juga: Lahan Makam di TPU Tanah Kusir Ditambah

" Lahan makam yang dibutuhkan itu bisa mencapai 20 hektar per tahun, sementara lahan yang sudah siap pakai itu 31,4 hektar. Berarti, 31,4 hektar dibagi 20 hektar, cuma 1,5 tahun lagi sudah akan krisis," ujar Nirwono, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Data terakhir yang dimiliki Nirwono, lahan pemakaman yang sudah dibebaskan Dinas Kehutanan DKI Jakarta sebanyak 598,5 hektar.

Dari luas tersebut, 385,5 hektar sudah dipakai, 31,4 hektar siap pakai, dan sisanya belum siap pakai.

Lahan belum siap pakai adalah lahan yang sudah dibebaskan, namun masih perlu pematangan, salah satunya dengan diuruk.

Sebab, lahan yang dibebaskan untuk lahan makam biasanya berupa rawa-rawa, berair, bekas sawah, banyak ditumbuhi tumbuhan liar, dan lainnya.

Data Dinas Kehutanan DKI

Kepala Seksi Pelayanan dan Perpetakan Makam Dinas Kehutanan DKI Jakarta Ricky Putra menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta sejak era Gubernur DKI Ali Sadikin menargetkan ada 794,83 hektar lahan makam di Jakarta hingga 2035.

Dari target itu, Dinas Kehutanan DKI sudah membebaskan 611,59 hektar lahan hingga akhir 2017. Berarti ada 183,24 hektar yang belum dibebaskan.

Baca juga: Kini, Warga Jakarta Bisa Cek Lahan Makam secara Online

Dari 611,59 hektar lahan makam yang sudah dibebaskan, 60 persen di antaranya atau 365,13 hektar sudah dipakai.

Sementara itu, lahan yang siap pakai seluas 38,3 hektar dan sisanya, 208,16 hektar, belum siap pakai.

Dengan data tersebut, Ricky mengamini ucapan Nirwono. Dia m engakui, lahan makam seluas 38,3 hektar bisa habis pada 2019, mengingat kebutuhan sekitar 100 petak makam setiap harinya.

"Memang kalau ketersediaan seperti itu, bisa bertahan sampai 2019 yang 38,3 hektarnya itu, kalau benar-benar dipakai," kata Ricky, Jumat (29/6/2018).

Baca juga: Warga Keluhkan Patungan Uang untuk Lahan Makam Saat Ramadhan

Ricky mengatakan, lahan yang siap pakai itu rata-rata berada di pinggiran Jakarta, seperti di TPU Pondok Ranggon, TPU Tegal Alur, dan TPU Kampung Kandang.

Namun, kebanyakan warga hanya berminat menguburkan kerabat mereka yang meninggal dunia di TPU yang lokasinya strategis, seperti di TPU Karet Bivak, TPU Menteng Pulo, TPU Pondok Kelapa, dan TPU Utan Kayu.

"Di pinggir-pinggir (Jakarta), Pondok Ranggon, Tegal Alur, itu masih ada lahan-lahan tersedia untuk (jenazah) dikuburkan, tapi kan mereka mikirnya kejauhan," ucap Ricky.


Berita Terkait

War ga Keluhkan Patungan Uang untuk Lahan Makam Saat Ramadhan

Dikeluhkan Warga soal Pungutan Uang Lahan Makam, Ini Penjelasan Pihak Panitia

Kini, Warga Jakarta Bisa Cek Lahan Makam secara "Online"

Sertifikasi Lahan Makam Mbah Priok Masih Belum Selesai

Lahan Makam di TPU Tanah Kusir Ditambah

Terkini Lainnya

Sistem 'Online' Tak Selesaikan Masalah Sulitnya Mencari Lahan Makam di Jakarta < h3>Sistem "Online" Tak Selesaikan Masalah Sulitnya Mencari Lahan Makam di Jakarta Megapolitan 10/07/2018, 12:38 WIB Perempuan Simpan Sabu di Pakaian Dalam Saat Ditangkap Polisi

Perempuan Simpan Sabu di Pakaian Dalam Saat Ditangkap Polisi

Regional 10/07/2018, 12:27 WIB PAN Dukung Capres Selain Jokowi untuk Menghindari Calon Tunggal

PAN Dukung Capres Selain Jokowi untuk Menghindari Calon Tunggal

Nasional 10/07/2018, 12:26 WIB Rumah Terbakar di Pejaten Gara-gara Warga Tertidur Saat Masak

Rumah Terbaka r di Pejaten Gara-gara Warga Tertidur Saat Masak

Megapolitan 10/07/2018, 12:23 WIB Tabrak Pohon Cemara Tumbang, Warga Banda Aceh Meninggal Dunia

Tabrak Pohon Cemara Tumbang, Warga Banda Aceh Meninggal Dunia

Regional 10/07/2018, 12:19 WIB Siapapun Capresnya, PAN Tegaskan Tetap Berkoalisi dengan Gerindra

Siapapun Capresnya, PAN Tegaskan Tetap Berkoalisi dengan Gerindra

Nasional 10/07/2018, 12:13 WIB Selidiki Kematian Akibat Racun Saraf, Polisi Inggris Sita Sebuah Mobil

Selidiki Kematian Akibat Racun Saraf, Polisi Ing gris Sita Sebuah Mobil

Internasional 10/07/2018, 12:13 WIB Lahan di Pinggir Waduk Rawabadak Dijadikan Area 'Urban Farming'

Lahan di Pinggir Waduk Rawabadak Dijadikan Area "Urban Farming"

Megapolitan 10/07/2018, 12:06 WIB Dua Terduga Teroris di Sukabumi Mengaku Berasal dari Jakarta

Dua Terduga Teroris di Sukabumi Mengaku Berasal dari Jakarta

Regional 10/07/2018, 12:04 WIB Waduk Rawa Badak Akan Dilengkapi Jalur Joging dan Disabilitas

Waduk Rawa Ba dak Akan Dilengkapi Jalur Joging dan Disabilitas

Megapolitan 10/07/2018, 12:02 WIB KPK Panggil Ulang Mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan

KPK Panggil Ulang Mantan Wakil Bupati Malang Achmad Subhan

Nasional 10/07/2018, 11:55 WIB Wiranto Ingatkan Pihak yang Tak Puas Hasil Pilkada Jangan Buat Gaduh

Wiranto Ingatkan Pihak yang Tak Puas Hasil Pilkada Jangan Buat Gaduh

Nasional 10/07/2018, 11:53 WIB Wapres Kalla Sedih Kepala Daerah Paling Banyak Ditangkap KPK

Wapres Kalla Sedih Kepala Daerah P aling Banyak Ditangkap KPK

Nasional 10/07/2018, 11:52 WIB Sopir Truk Tewas Diterjang Peluru Nyasar Saat Berkendara di Tol JORR

Sopir Truk Tewas Diterjang Peluru Nyasar Saat Berkendara di Tol JORR

Megapolitan 10/07/2018, 11:49 WIB Kasus E-KTP, KPK Periksa Chairuman Harahap hingga Mantan Dirjen Dukcapil

Kasus E-KTP, KPK Periksa Chairuman Harahap hingga Mantan Dirjen Dukcapil

Nasional 10/07/2018, 11:45 WIB Load MoreSumber: Berita Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »