Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya | Liputan 24 Jakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Posted by On 10:23 PM

Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Kementerian Perhubungan menyatakan tengah mengkaji ulang proyek Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Surabaya-Jakarta

Kemenhub Tinjau Ulang Proyek Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-SurabayaSyahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyatakan tengah mengkaji ulang proyek Pelabuhan Patimban dan kereta cepat Surabaya-Jakarta.

Hal itu dilakukan sebagai langkah efisiensi seperti yang diserukan Presiden Joko Widodo untuk meninjau kembali proyek infrastruktur yang memiliki ketergantungan impor yang tinggi.

Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono m enyampaikan, evaluasi tersebut juga dilakukan Pemerintah untuk menyeimbangkan defisit neraca perdagangan.

Seperti diketahui, dalam catatan Badan Pusat Statistik, pada semester pertama 2018, neraca perdagangan masih mencatatkan defisit sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Defisit perdagangan Januari-Juni 2018 terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar 88,02 miliar sedangkan impor lebih tinggi, yakni 89,04 miliar dolar AS.

“Kita selalu memperhatikan beberapa variabel yang memang berkembang, salah satunya efisiensi,” tutur Djoko, dalam acara diskusi di Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Seperti dijelaskan Djoko, untuk proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya saat ini sedang dilakukan kajian secara mendalam, sehingga nantinya, hasil kajian tersebut diharapkan bisa menghasilkan rumusan yang bisa memenuhi kriteria yang bisa disepakati untuk poyek tersebut.

Untuk Pelabuhan Patimban, menurut Djoko, diharapkan menjadi simpul transportasi ya ng lebih besar dan trennya mengarah pada pembangunan kawasan.

“Kami juga ingin Patimban punya efisensi yang tinggi, angka-angkanya sedang kita kaji,” imbuhnya.

Kementerian Perhubungan mengakui, saat ini terus berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas untuk membantu berbagai opsi pembiayaan lain untuk kereta cepat Jakarta-Surabaya di tengah terbatasnya anggaran dalam APBN.

“Kita mendorong dukungan yang kuat infrastruktur di sektor transportasi dalam negeri. Konektiviras memang membutuhkan biaya yang tidak kecil,” tandasnya.

Penulis: Syahrizal Sidik Editor: Sanusi Ikuti kami di Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar RP 500 M, Prabowo - Sandiaga Uno Terancam Batal Maju Pilpres 2019 Sumber: Berita Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »