GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gelar Dagangan Saat Aksi 211 di Jakarta, Penjual Gorengan Untung Dua Kali Lipat

Gelar Dagangan Saat Aksi 211 di Jakarta, Penjual Gorengan Untung Dua Kali Lipat

Demo di Jakarta Gelar Dagangan Saat Aksi 211 di Jakarta, Penjual Gorengan Untung Dua Kali Lipat Ribuan orang mengikuti Aksi 211 di Patung…

Gelar Dagangan Saat Aksi 211 di Jakarta, Penjual Gorengan Untung Dua Kali Lipat

Demo di Jakarta

Gelar Dagangan Saat Aksi 211 di Jakarta, Penjual Gorengan Untung Dua Kali Lipat

Ribuan orang mengikuti Aksi 211 di Patung Arjuna Wiwaha (Patung Kuda), Gambir, Jakarta Pusat.

Gelar Dagangan Saat Aksi 211 di Jakarta, Penjual Gorengan Untung Dua Kali LipatTribunnews/JEPRIMAMassa aksi yang terdiri dari berbagai elemen melakukan aksi bela tauhid 211 di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018). Dalam aksinya mereka meminta aparat melakukan penegakan hukum seadil-adilnya terhadap pembakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Tribunnews/Jeprima

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan orang mengikuti Aksi 211 di Patung Arjuna Wiwaha (Patung Kuda), Gambir, Jakarta Pusat.

Selain massa aksi, ada pula pedagang-pedagang yang memanfaatkan momen tersebut.

Para pedagang mulai dari makanan berat hingga ringan, atribut hingga pakaian ramai-ramai jajakan barang mereka disekitar kawasan Patung Kuda.

Salah satunya adalah Raihan, pria kelahiran tahun 1990 ini menjajakan dagangan gorengan.

Dia mengaku diajak oleh kawannya untuk datang mengambil kesempatan ditengah ramainya massa.

"Alhamdulillah, nambah Rp 300 sampai Rp 400 ribu (keuntungan) dari biasanya," ungkap Raihan seraya mengaduk tahu yang sedang ia goreng, Jumat (2/11/2018) sore.

Bila pada hari biasa ia hanya mendapat Rp 300 ribu namun dalam momentum seperti ini, pria 28 tahun itu mengklaim mampu dapat untung dua kali lipat.

Baca: Berikut Lima Tuntutan Massa Aksi 211 di Jakarta

Kendati mampu bawa pulang Rp 600 ribu, dirinya harus terlebih dulu menempuh jarak 6,5 kilometer dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak dagangannya dari lokasi dia biasa berjualan di Kota Tua.

"Cuman saya jalannya jauh, dari Kota Tua," katanya.

Menelisik soal aksi, dia sendiri mengaku tak ambil pusing dengan persoalan yang dituntut oleh massa disana.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Danang Triatmojo Editor: Hasanudin Aco Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Jakarta

No comments