GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Jakarta International Velodrome Terbuka untuk Komunitas Sepeda

Jakarta International Velodrome Terbuka untuk Komunitas Sepeda

Carlos Roy Fajarta / FMB Minggu, 4 November 2018 | 12:38 WIB Jakarta - Pascaperhelatan olahraga …

Jakarta International Velodrome Terbuka untuk Komunitas Sepeda

Carlos Roy Fajarta / FMB Minggu, 4 November 2018 | 12:38 WIB

Jakarta - Pascaperhelatan olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games serta Asian Para Games 2018, arena Jakarta International Velodrome (JIV) semakin terbuka untuk aktivitas komunitas pesepeda.

Selain sudah diagendakan untuk berbagai kejuaraan sepeda tingkat nasional maupun internasional di wilayah Asia Tenggara, JIV juga siap disemarakkan dengan berbagai event sepeda.

Area plaza (outdoor) JIV sudah diaktivasi sebagai tuan rumah bagi ratusan pesepeda untuk gelaran rutin sepekan sekali “Jakarta Night Ride” mulai Jumat (2/11).

Pada hari Minggu pagi ini (4/11) area in field (indoor) mulai diaktivasi bagi pesepeda yang siap berpacu di track balap.

Direktur Utama PT Jakarta Propertind o (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto berbaur dengan tim nasional Asian Champion Track 2019 melintas jalur sepeda sepanjang 250 meter dan lebar 7,10 meter. Pada sesi aktivasi, hadir pula para eksekutif dari beberapa perusahaan nasional yang tergabung dalam komunitas sepeda.

Haris Syahruddin (58) pesepeda Pertabike (Pertamina Bike) yang pertama kali mencoba jalur Velodrome mengaku sangat terkesima dengan kualitas jalur kelas internasional tersebut.

Lintasan sepeda di JIV memenuhi kualifikasi standar fasilitas balap kelas dunia, terbuat dari kayu Siberia yang didatangkan dari Jerman sehingga disebut sebagai lintasan bersepeda masa kini yang terbaik di Asia.

JIV mengantongi sertifikat Kategori I dari Union Cycliste Internationale (UCI). Maka para juara yang lahir di arena ini mendapat pengakuan internasional.

"Saya berterima kasih bisa merasakan sensasi bersepeda di track JIV bertaraf internasional ini. Semoga dengan semakin dibukanya JIV untuk publik khususnya komunitas sepeda bisa menumbuhkan atlet pesepeda nasional," ujar Haris, Minggu (4/11) pagi.

Subagyo Hari Mulyanto (56) anggota Sea Horse Cycling Club mencoba jalur hingga ke bagian atas yang posisinya lebih tinggi dengan kemiringan tertentu, ia mengaku sangat menikmatinya.

"Kalau merasakan di jalur atas memang harus konstan mengayuh dan ideal memakai sepeda balap fixed gear. Jika sudah mendapatkan ritme, maka akan terasa nyaman sekali. Namun perlu berhati-hati untuk berpindah jalur agar tidak terjatuh," kata Subagyo.

Ia mendukung apabila semakin banyak dilaksanakan berbagai event di Jakarta International Velodrome dan semakin terbuka bagi para komunitas sepeda yang ingin merasakan sensasi bersepeda di jalur track internasional.

Manajer Tim Nasional PB ISSI (Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia), Budi Saputra, menyebutkan pihaknya sudah merekomendasikan JIV sebagai venue yang ideal untuk perhelata n Asian Champions Track pada 7-14 Januari 2019 mendatang.

"Ada ide untuk dibuat semacam KSO (Kerja Sama Operasional) antara PB ISSI dengan Jakpro sebagai pengelola JIV guna memperbanyak event bersepeda baik tingkat nasional bahkan internasional ke depannya," kata Budi. Berbagai potensi event sepeda Asia Cup, South East Asia GP juga bisa digelar di JIV. Apalagi saat ini jumlah komunitas pesepeda semakin bertambah besar dan luas di tengah masyarakat.

"Sekarang komunitas yang paling besar road bike, MTB (cross country, down hill, all mountain), dan BMX," jelas Budi. Ia optimis dengan dukungan dari Indonesian Cycling Federation (PB ISSI) dan stakeholder terkait, JIV bisa semakin digemari masyarakat khususnya komunitas pecinta sepeda.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto menyebutkan pihaknya masih terus menyusun agar JIV bisa semakin aktif digunakan berbagai event sepeda nasi onal maupun regional.

"Apalagi biaya perawatan venue internasional ini tidaklah kecil. Kami berkonsep terbuka. Jadi, selain untuk tempat latihan para atlet pesepeda nasional juga bisa disewa untuk event dan kegiatan komunitas," kata Dwi yang memang hobi bersepeda.


Sumber: Suara Pembaruan Sumber: Berita Jakarta

No comments