GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta Sunter

Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta Sunter

Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta Sunter ITDP menggunakan metode community development dalam proses pendampingan untuk mewujudkan kolaboras…

Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta Sunter

Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta Sunter

ITDP menggunakan metode community development dalam proses pendampingan untuk mewujudkan kolaborasi dengan warga kampung.

Kampung Punye Gaye, Kampung Ramah Pejalan Kaki di Jakarta SunterTRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GARNISGang yang tidak ramah pejalan kaki karena banyaknya motor yang terparkir di kanan dan kiri jalan.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis

TRIBUNJAKARTA.COM, SUNTER - Kampung Punye Gaye merupakan Program Kampung Kota Bersama yang diiniasi oleh ITDP Indonesia, untuk membantu menata sejumlah kampung kota di DKI Jakarta agar lebih ramah terhadap pejala n kaki dan juga pesepeda.

ITDP menggunakan metode community development dalam proses pendampingan untuk mewujudkan kolaborasi dengan warga kampung.

Pelibatan ibu-ibu dan anak-anak juga adalah kunci pendampingan yang dilakukan ITDP.

Kedepannya, diharapkan kegiatan sejenis dapat diaplikasikan di banyak tempat atau kampung yang ada di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Kampung di kota besar seperti Jakarta adalah lingkungan permukiman setingkat Rukun Warga (RW).

Berbagai kendala muncul di perkampungan yang ada di kota. Di antaranya, akses pejalan kaki yang nyaris tidak ada, tentunya hal ini membuat motor semakin menjamur untuk akses transportasi warga.

Menyadari hal ini, ITDP Indonesia sebagai organisasi non-profit bergerak di transportasi berkelanjutan, mulai bwrgerak mencari solusi permasalahan mobilitas warga kampung.

Dengan bantuan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, ITDP Indonesia mulai memetakan kampung-kampung kota binaan Dinas Lingkunga n Hidup DKI Jakarta yang tergabung dalam Program Kampung Iklim (Proklim)

Lokasi percontohan kampung kota dipilih berdasarkan empat kriteria sebagai berikut :
1. Lokasi kampung berada dekat dengan stasiun atau halte transportasi umum massal.
2. Lokasi berpotensi dikembangkan sistem angkutan umum massal.
3. Lokasi kampung berada dekat dengan lokasi perencanaa pembangunan trotoar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
4. Adanya kelembaggan yang kuat dan partisipasi masyarakat yang aktif.

Gang sempit di satu di antara RT di RW 01 Sunter,  diberi mural untuk mempeecantik gang tersebut.
Gang sempit di satu di antara RT di RW 01 Sunter, diberi mural untuk mempeecantik gang tersebut. (TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GARNIS)
Halaman selanjutnya 12
Editor: Wahyu Aji Sumber: Tribun Jakarta Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Jakarta

No comments