Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikutnya | Liputan 24 Jakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikutnya

Posted by On 5:49 AM

Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikutnya

Advertorial

Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikutnya

Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara yang paling banyak menghasilkan sampah plastik ke lautan.

Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan BerikutnyaISTPelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikutnya

Mengurai Konflik Sampah, Belajar Dari Bekasi-Jakarta

Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara yang paling banyak menghasilkan sampah plastik ke lautan. Bukan presv tasi yang patut dibanggakan tentu saja. Hal ini, bisa jadi bermula dari perilaku kita sehari-hari yang terus memproduksi sampah namun terlalu malas untuk mengelolanya.

Akibatnya, sampah yang kita hasilkan sehari-hari hanya dipindahkan dari tempat sampah di rumah untuk berkumpul dengan ratusan ton sampah lain di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bukan rahasia lagi jika sampah menimbulkan masalah lingkungan yang serius. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports menyebutkan bahwa sampah ini terakumulasi di beberapa area di lima samudra yaitu Samudra Hindia, Samudra Pasifik Selatan, Samudra Pasifik Utara, Samudra Atlantik Utara dan Samudra Atlantik Selatan.

Bukan hal yang mengherankan jika Samudra Hindia termasuk salah satu titik tempat sampah plastik terakumulasi mengingat Indonesia termasuk salah satu negara penyumbang sampah plastik di lautan terbesar di dunia.

Dalam tumpukan sampah tersebut ditemukan sejumlah sampah plastik dari tahun 1970. Setelah hampir 50 tahun, sampah plastik masih mengapung di lautan, menjadi partikel kecil yang sering disebut mikro plastik yang mengkontaminasi ikan di laut kita, meracuni biota laut hingga mencemari air dan tanah kita.

Dari tumpukan sampah hingga konflik di tengah kita

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta tahun 2018, sampah yang dibuang per hari ke TPA Piyungan mencapai 257 ton. Tiga puluh persen di antaranya merupakan sampah plastik yang berarti lebih dari 80 ton.

Dari jumlah ini, pemerintah hanya mampu mengolah 2 ton di antaranya dengan dijadikan eco brick. Akibatnya, pada tahun 2017 pengelola TPA Piyungan mengajukan perluasan lahan menjadi 17,5 ha dari 12,5 ha.

Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikutnya_2
Pelajaran Konflik Bekasi dan Jakarta, Jangan Jadikan Piyungan Berikut nya_2 (IST)

Di daerah perkotaan yang padat penduduk tentu hal semacam ini bisa menjadi permasalahan yang tidak kecil. Perluasan lahan bisa menjadi ajang pergesekan kepentingan.

Halaman selanjutnya 12
Editor: iwe Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »